Kenampakan Alam dan Manfaatnya
Ciri-ciri Tanaman Di Dataran TInggi dan Dataran Rendah
- Tanaman Dataran Tinggi
Dataran tinggi terletak pada ketinggian di atas 700 m dpl. Anda yang tinggal di daerah dataran tinggi dan memiliki hobi bercocok tanam tentu harus paham jenis tanaman apa saja yang cocok dan dapat tumbuh subur di situ. Nah, berikut ini jenis tanaman yang cocok dibudidayakan di dataran tinggi.
1. Tanaman stroberi
Bagi Anda yang tinggal di daerah dataran tinggi, jenis tanaman ini sangat cocok untuk ditanam. Tanaman stroberi memang dapat pula kita tanam di daerah dataran rendah, namun harus dengan perawatan yang ekstra.
2. Tanaman wortel
Tanaman selanjutnya yang dapat tumbuh baik pada daratan tinggi adalah wortel. Faktor yang memengaruhi tumbuh kembang tanaman wortel antara lain suhu, jenis tanah, curah hujan, kelembapan, dan intensitas sinar matahari. Wortel biasanya dibudidayakan pada tanah yang memiliki tekstur seperti andosol, alluvial, regosol, dan latosol. Jenis tanah tersebut biasanya terdapat di dataran tinggi, tetapi dapat juga diusahakan pada dataran rendah.
3. Tanaman brokoli
Cara menanam brokoli tidak terlalu sulit, apalagi bagi Anda yang tinggal di dataran tinggi. Hanya saja, Anda harus memerhatikan pasokan air serta ketinggian lahan untuk membudidayakan sayuran ini. Brokoli tidak dapat ditanam di daerah yang memiliki suhu panas.
4. Tanaman kubis
Tanaman kubis sangatlah cocok ditanam di daerah atau area yang bercuaca dingin dan berada pada ketinggian 1.500—2.000 m dpl. Jika suhu dan ketinggian area sudah memenuhi kriteria, sebaiknya Anda juga harus memerhatikan banyaknya humus dan gemburnya tanah yang akan dijadikan lahan untuk membudidayakan kubis. Hal ini akan sangat memengaruhi perkembangan dan pertumbuhan tanaman kubis itu sendiri.
5. Tanaman kentang
Tanaman kentang akan tumbuh baik pada daerah yang memiliki ketinggian antara 1.000—2.000 m dpl dengan suhu 15—22 derajat Celcius. Curah hujan yang baik selama periode pertumbuhan tanaman kentang adalah 1.000—1.500 mm. Apabila curah hujan terlalu tinggi, bisa menyebabkan kebusukan pada umbi.
6. Tanaman apel
Tanaman selanjutnya yang mampu tumbuh baik di daerah dataran tinggi adalah apel. Di Indonesia, tanaman buah apel yang paling terkenal adalah apel malang, yang banyak dibudidayakan di Batu, Malang, Jawa Timur. Pasalnya, daerah tersebut merupakan daerah dataran tinggi.
7. Tanaman teh
Tanaman teh dapat tumbuh subur di daerah-daerah dengan ketinggian 200—2.000 m dpl. Tanaman teh menghendaki tanah yang dalam dan mudah menyerap air. Tanaman tidak tahan terhadap kekeringan serta menuntut curah hujan minimum 1.200 mm yang merata sepanjang tahun.
8. Tanaman kopi
Lokasi lahan yang terletak di ketinggian lebih dari 800 m dpl sangat cocok untuk ditanami arabika. Sementara, dari ketinggian 400—800 meter bisa ditanami robusta. Budidaya kopi di dataran rendah bisa mempertimbangkan jenis liberica atau excelso.
9. Tanaman kakao
Syarat tumbuh tanaman kakao adalah curah hujannya berkisar 1.100—3.000 mm per tahun. Temperaturnya antara lain 30—32 derajat Celcius (maksimum) dan 18—21 derajat Celcius (minimum). Sementara, lingkungan hidup tanaman kakao yakni hutan tropis yang pada pertumbuhannya memerlukan naungan untuk menghindari pencahayaan penuh
Contoh Tanaman Dataran Rendah
Melestraikan SDA (Burung Cendrawasih)
Burung cendrawasih yang terkenal cantik dan memiliki ragam warna yang unik kini terancam punah karena maraknya perburuan dan pengambilan dari alam tanpa disertai dengan perawata yang masimal dalam prose pemeliharaannya. Burung yang berasal dari Papua ini pun susah dan jarang ditemukan. Terlebih dengan banyaknya kerusakan pada habitat aslinya karena perubahan alam, bencana, dan ulah manusia.
1. Penangkaran di Lokasi Perlindungan
Penangkaran atau pengembang biakkan burung cendrawasih dapat dilakukan di lokasi perlindungan atau pihak yang bersungguh sungguh membudidayakan untuk memperbanyak populasi, bukan untuk kepentingan pribadi atau kepentingan jual beli dan bisnis. lokasi perlindungan tentu lebih aman karena menjamin burung cendrawasih dari berbagai hal berbahaya seperti dicuri atau diburu.
2. Memberi Perawatan Terbaik
Berikan perawatan terbaik selama proses pemeliharaan agar burung cendrawasih dapat tumbuh dan berkembang secara maksimal serta memiliki keinginan dan birahi untuk berkawin dan menghasilkan keturunan yang lebih banyak. pastikan segala kebutuhan seperti fasilitas lingkungan, makanan, perawatan sehari hari dilakukan dan diberikan dengan cara dan langkah yang terbaik dengan memikirkan resiko sehingga meminimalkan kematian atau kegagalan.
3. Mengembangbiakkan
Mengembangbiakkan jelas menjadi cara terbaik untuk memperbanyak populasi burung cendrawasih. sebab itu pembudidaya wajib banyak belajar dan memahami semua cara mulai dari perawatan awal, cara mengkawinkan, cara merangsang agar cepat bertelur, juga cara perawatan anak burung cendrawasih sehingga proses pengembang biakkan sungguh sungguh dijalankan dan memberikan hasil yang nyata.
4. Tidak Memburu
jelas bahwa cara melestarikan burung cendrawasih tentu dengan tidak memburunya. memburu dapat beresiko menyakiti, menimbulkan stres, dan akhirnya menyebabkan kematian. apalagi jika perburuan dilakukan untuk kepentingan pribadi seperti keinginan untuk memelihara dan menjadikan hiasan di rumah namun tidak disertai dengan perawatan yang terbaik.
5. Tidak Merusak Populasi
Jaga populasi burung cendrawasih yakni area hutan dan area hijau di semua wilayah termasuk wilayah yang terdeka dengan anda. sebarkan dan motivasi orang lain untuk turut menjaga kebersihan dan kesehatan hutan dengan tidak membuang sampah sembarangan atau mengotorinya dan tidak menebang pepohonan yang ada untuk kepentingan pribadi atau kepentingan bisnis.
6. Tidak Mencemari Lingkungan
Jangan mencemari lingkungan dengan sampah apapun mulai dari limbah rumah tangga, limbah plastik, limbah udara seperti asap pembakaran, juga limbah sampah yang sungguh menimbulkan kerusakan dan stres pada lingkungan. lingkungan yang tercemar tentu akan mencemari semua yang menempati, termasuk burung cendrawasih bahkan juga beresiko menyebabkan berbagai penyakit dan kematian pada manusia.
7. Melepaskan ke Alam
untuk memberikan kebebasan dan kesempatan burung cendrawasih untuk menikmati kebahagiaan yang lebih bedar dan haqiqi, lepaskan ia ke alamnya tentu saja pilih lokasi yang benar benar alami dan lestari. sebagaimana manusia, ia lebih menyukai hidup bebas dan hidup di rumahnya sendiri, bukan hidup dalam kurungan yang membuatnya jenuh sepanjang hari dan tidak bisa memaksimalkan kemampuannya seperti terbang dan berkawin sendiri.
8. Mencegah Stres
Jangan lupa untuk selalu memberikan kebahagiaan pada burung cendrawasih agar jauh dari stres dan memberi lingkungan yang benar benar kondusif serta terlindung dari predator agar ia merasa aman dan bahagia. makhluk apapun yang didera stres tentu tidak akan bisa berkembang biak dan tumbuh dengan maksimal.
9. Menanam Pohon
Cara melestarikan burung cendrawasih juga dapat dilakuan dengan kebiasaan menanam pohon, hijaukan wilayah sekitar anda dimanapun anda berada. walaupun terlihat sepele dan baru terlihat hasilnya beberapa tahun ke depan ketika pohon telah tumbuh besar, namun akan sangat bermanfaat untuk seluruh mahkluk hidup di bumi ini, pohon adalah sumber oksigen dan sumber energi yang terbaik untuk semuanya.
burung cendrawasih yang hidup aslinya di habitat alami seperti hutan dan alam hijau tentu juga akan sangat bahagia ketika melihat alam yang indah terhampar di depannya. bukan tidak mungkin hal tersebut akan terjadi jika memang timbul kesadaran dari semua pihak untuk turut berperan menjaga keindahan dan melestarikan alam dengan menanam pohon. cukup tanam beberapa pohon di rumah atau sekitar lokasi umum seperti pinggir sungai dan sebagainya, beberapa tahun ke depan tentu tidak mungkin tidak memberikan manfaat.
10. Menyerahkan pada Lingkungan Margasatwa
Jika selama ini menemui atau mungkin memelihara secara pribadi burung cendrawasih untuk keperluan bisnis, ada baiknya untuk menyerahkan kepada dinas margasatwa atau lingkungan terkait untuk mendapat perawatan yang lebih maksimal sekaligus proses budidaya yang lebih baik sebab ditangani langsung oleh pihak pihak yang ahli atau orang orang yang berpengalaman di bidang penjagaan populasi flora dan fauna.
Pemanfatan SDA yang berasal dari hewan
1. Perikanan
Perikanan merupakan sumber daya alam hayati yang sangat potensial di Indonesia. Wilayah Indonesia sendiri 2/3 nya ialah peraran. Sumber daya perikanan merupakan sumber makanan bagi kehidupan manusia. Ikan sangat digemari oleh manusia karena mengandung gizi yang tinggi. Jepang salah satu negara maju di Asia adalah negara yang sangat tinggi tingkat konsumsi ikannya terutama ikan laut. Hasil dari perikanan selain dikonsumsi sendiri juga digunakan dapat diekspor ke negara lain. Ekspor perikanan Indonesia cukup tinggi. Pada tahun 2013 nilai ekspor perikanan Indonesia mencapai 4,19 milliar dollar AS. Nilai ini diperkirakan dapat lebih tinggi lagi karena masih banyak pencurian yang terjadi terutama di perairan laut Indonesia
2. Peternakan
Peternakan meupakan salah satu sumber daya alam hayati yang dimiliki Indonesia. Sumber daya alam hayati ini dapat berupa hewan liar maupun hewan yang sudah dibudidayakan. Peternakan dibagi menjadi beberapa jenis yaitu:
1. Peternakan Potong dan Kerja
Jenis peternakan ini dimanfaatkan manusia untuk melakukan berbagai kegiatan seperti membajak sawah, mengangkat barang-barang, dan alat transportasi. Selain dimanfaatkan tenaganya juga diambil dagingnya. Macam-macam yang termasuk didalam jenis ini antara lain sapi, kambing, kuda, dan domba.
2. Peternakan Perah
Kalian tentu sering mengkonsumsi susu dalam kehidupan sehari-hari. Susu merupakan salah satu produk utama dalam peternakan ini. Sapi, kambing, dan kuda merupakan beberapa jenis hewan yang diambil produksi susunya untuk memenuhi kehidupan manusia. Susu merupakan salah satu sumber gizi bagi kehidupan manusia.
3. Peternakan Unggas
Peternakan unggas ialah jenis hewan yang memiliki bulu dan sayap untuk diambil daging ataupun telurnya. Beberapa hewan yang termasuk didalamnya seperti ayam, bebek, merpati, dan kalkun.
4. Aneka Satwa
Aneka satwa merupakan hewan yang belum lama didomestikasi. Jenis ini digunakan sebagai penghasil bahan pangan berprotein tinggi. Contoh aneka satwa diantaranya, lebah madu, ulat sutera, cacing tanah, burung unta, dan burung wallet.
Untuk mengerjakan latihan soal SILAHKAN KLIK DISINI


Tidak ada komentar:
Posting Komentar